SubDin / Bagian
| Kunjungan Save the Children DBE3 |
|
|
|
| Written by Administrator | |
| Saturday, 09 April 2011 02:05 | |
|
![]()
Sekilas Kunjungan Save the Children di Kabupaten Tuban
Kamis, 24 Maret 2011, Kabupaten Tuban mendapat kunjungan dari Asia Education Advisor Save the Children, Elisabeth Pearce, berkaitan dengan kemitraan Kabupaten Tuban dengan Decentralized Basic Education Three (DBE3), proyek yang dirancang oleh USAID Indonesia dan dikelola oleh Save the Children dan IRD untuk menunjang peningkatan pendidikan dasar terdesentralisasi yang bermutu dan relevan di Indonesia.
Di Kabupaten Tuban, sejak tahun 2005 DBE3 telah bekerja bersama dengan pemerintah daerah, dalm hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kantor Kementerian Agama, Bapeda, DPRD, sektor swasta, kelompok masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat SMP/MTs, dan kunjungan ini dilaksanakan guna mengetahui perkembangan pelaksanaan program DBE 3 di Kabupaten Tuban khususnya serta membahas kebutuhan program pendidikan pada masa yang akan datang.
Rangkaian kegiatan diawali di MTs Negeri Rengel di kemudian dilanjtkan ke SMP Negeri 1 Merakurak sebagai perwakilan dari 10 sekolah binaan DBE 3 yang tersebar di 5 kecamatan. Dalam kunjungan ini Elisabeth bersama PC, SEO, dan DC DBE 3, banyak berdiskusi dengan Kepala Sekolah, guru, dan siswa mengenai pembelajaran sebagai titik perhatian serta perencanaan di tingkat sekolah (RKAS/RKAM) sebagai payungnya, dan tentunya keterlibatan orang tua siswa atau komite baik dalam perencanaan maupun pembelajaran, serta melihat proses pembelajaran di kelas. Sekolah menyampaikan bahwa setelah bermitra dengan DBE 3, banyak hal yang dirasa mengalami perubahan dan peningkatan khususnya dalam pembelajaran dimana siswa menjadi lebih aktif, mampu bekerja dan bediskusi bersama dalam kelompok serta berani menyampaikan pendapat. Guru-guru pun menjadi idola bagi siswa karena pembelajaran yang mereka sampaikan menarik, dan menyenangkan, karena didukung persiapan yang baik, kreatifitas dalam penyampaian, penggunaan metode dan media pembelajaran yang variatif, serta kemampuan IT guru-guru yang semakin meningkat.
Di sisi lain, dukungan dan keterlibatan dari orang tua siswa atau komite sekolah cukup besar dalam penyusunan rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS/RKAM). Satu hal yang menarik, bahwa keterlibatan orang tua muncul di tingkat yang lebih kecil yaitu kelas dengan terbentuknya paguyuban kelas di SMPN 1 Merakurak, dimana mereka membantu menata atau menghias kelas anak mereka agar menarik dan nyaman untuk belajar.
Berikutnya Elisabeth berkesempatan bertemu dengan stakeholder pendidikan Kabupaten Tuban yaitu Kepala Dinas Dikpora Kab. Tuban Drs. H. Sutrisno, MM, Sekretaris Dinas Dikpora Dra. Endang Trimeidiya IN, M.Si, Kabid SMP/SMA Dra. Sri Yuliasih, Kasi Kurikulum bidang SMP/SMA Heni Indriana, MM, Kabid Sosbud Bapeda Agung Tri Wibowo, SE.MM, dan Kasi Mapenda Kantor Kemenag Kab. Tuban Drs.H.M Badar, M.Ag. Dalam diskusinya, Elisabeth banyak menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan dan komitmen Kabupaten Tuban dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kab. Tuban baik dalam program maupun penganggaran. Salah satunya adalah kegiatan replikasi program DBE 3 untuk guru semua SMP Negeri dan MTs di Kabupaten Tuban dengan sistem berbasis Gugus dan KKM dengan penambahan DF Gugus yang tentunya dengan dukungan dana dari daerah (BOSDA) dan Kantor Kemenag Kab. Tuban, sehingga replikasi ini menjadi utuh.
Kunjungan berakhir di PP Al Husain di Kecamatan Merakurak yang pernah menjadi binaan DBE 3 dari pendidikan nonformal dan mendapat bantuan Hibah Non Cash Grant (NCG) berupa perangkat komputer dan LCD untuk mendukung pembelajaran Paket B di Pondok Pesantren tersebut.
Dinas Dikpora Kabupaten Tuban |
|
| Last Updated ( Saturday, 09 April 2011 02:17 ) |






